Seri Pilkada Gubernur Jabar
Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Gubernur akan digelar pada 13 April 2008.
Disana-sini kesibukan mulai tampak. Dari kampanye calon/wakil gubernur sampai dengan persiapan di tingkat TPS.
Dan saya diminta kawan-kawan di kampung untuk menjadi ketua KPPS (langganan …) Susah juga mau nolak, lagian udah dipercaya warga. Mau gimana lagi.
Tapi ada satu hal yang bikin saya ’sebel’. Semua anggota KPPS diminta mengisi sejumlah surat pernyataan, sebagai syarat yang harus dipenuhi.
Tahu ga? Untuk menjadi anggota KPPS harus mengisi/membuat 5 buah pernyataan berikut:
- Surat Pernyataan Kesediaan Menjadi Anggota KPPS
- Surat Pernyataan Setia Pada Pancasila Sebagai Dasare Negara, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan Cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Kepada Negara Kesatuan Repubik Indonesia serta Pemerintah
- Surat Pernyataan Kesanggupan Untuk Bertindak Profesional Serta Menjunjung Tinggi, Integritas dan Kepribadian Yang Kuat Jujur dan Adil Dalam Melaksanakan Tugas
- Surat Pernyataan Tidak Menjadi Anggota atau Pengurus Partai Politik DalamKurun Waktu Lima Tahun Terakhir
- Daftar Riwayat Hidup Calon Anggota KPPS
Pertanyaan no 12.(Model KPPS 5):
Jika saudara terpilih menjadi anggota KPPS Kota Bogor, apa saja yang akan dilakukan agar hasil kerja KPPS dipercaya masyarakat ***)
***) Dibuat dalam tulisan 5 (lima) s/d 10 (sepuluh) halaman kertas ukuran kuarto diketik spasi ganda.
Catatan:
1. Yang saya tidak mengerti, apa iya untuk menjadi anggota KPPS saja dibutuhkan begitu banyak syarat (dan janji) ?
2. Tidak bisakah surat-surat perjanjian tersebut disederhanakan? Misalnya hanya tertuang dalam satu surat perjanjian.
Ada dua hal yang diam-diam membuat saya berfikir:
a. Pantesan negara ini ga maju-maju, hal-hal yang mestinya bisa dibuat sederhana saja kok jadi rumit. Duuuh …
b. Saya kok tidak yakin bahwa Pilkada gubernur (yang memakan biaya sangat mahal itu) benar-benar diperlukan oleh rakyat. Dari banyak orang yang saya amati, tidak banyak yang tahu calon gubernur yang akan dipilih. Sebagian bahkan tidak peduli. Hiks !



maklumlah kak….. kita sedang belajar bersama di Laboratorium Democrazy terbesar di dunia….. asisten dan dosen-nya pada keblinger….. lihat saja siapa yang duduk di KPU dan KPUD…… tapi semoga semua niatnya tulus….buat kemajuan Indonesia..
Merdeka ! (pake gaya dan suara nya Mega Karti…)
He he Democrazy …
Merdeka …! (pake suara Gus Pur deh …)