Tadi pagi saya bangun agak terlambat, azan subuh sudah lewat. Udara di luar terasa dingin dan kering. Angin bertiup agak keras menerpa pohon rambutan di depan rumah, beberapa daun berguguran.
“Pegal dan capek belum habis, pagi sudah datang”. Gumam saya kepada istri.
Pernahkah Anda merasakan hal serupa?
Mungkin semalam Anda pulang larut, karena pekerjaan yang harus kelar malam itu. Sesampainya di rumah Andapun langsung tertidur lelap. Tapi belum lagi rasa penat hilang, tiba-tiba hari telah pagi. Dan Andapun merasa waktu berjalan terlalu cepat.
Sebaliknya ketika kita tergolek di tempat tidur karena sakit. Dari pagi ke siang terasa lama. Detak jam dinding terdengar amat nyata, tapi terasa lebih lambat. Ketika semua orang tertidur di malam hari, muncul perasaan tersiksa. Menunggu pagi yang tak kunjung tiba.
Orang yang dimabuk asmara, sering merasakan waktu terlalu singkat. Waktu yang dihabiskan sehari penuh dengan kekasihnya, terasa hanya beberapa jam saja. Sementara ketika menanti kedatangan orang yang kita cintai, menit ke menit kita hitung, semua terasa lama.
Bulan Agustus 2008, saya mengikuti sebuah acara reuni sekolah. Dalam reuni yang digelar dengan sangat khidmat dan meriah itu, kami para alumni saling menumpahkan rasa rindu. Dan kamipun kembali mengenang peristiwa masa lalu kami yang indah, konyol dan kadang menggelikan.
“Tidak terasa ya, kita sudah 26 tahun meninggalkan sekolah ini”. Seru seorang kawan dengan wajah penuh haru.
Lonceng sekolah dan taman bougenville tempat kami bercanda masih tetap seperti dulu.
Sejak Tuhan menciptakan alam ini, perputaran waktu sebetulnya tidak ada yang berubah. Satu hari 24 jam dan satu tahun adalah 365 hari. Bumi berputar pada porosnya seraya mengelilingi matahari dengan kecepatan putaran yang tetap.
Waktu saya kecil saya ingin cepat besar. Setelah besar saya ingin cepat dewasa. Ketika dewasa, sering terbayang betapa indah dan enaknya masa anak-anak. Mungkin ketika renta nanti, betapa bahagianya masa muda.
Waktu berjalan dengan tetap dan pasti, tapi kita merasakan kadang terasa sangat lambat, terkadang terlampau cepat. Satu lagi dari sifat waktu dia tidak bisa bertoleransi, karena dia terus bergerak maju, tidak pernah berhenti, apalagi mundur.
Itulah waktu….


